CONTOH MAKALAH


DAMPAK RADIASI PONSEL BAGI KESEHATAN

MAKALAH

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS PERTAMA
BAHASA INDONESIA

DISUSUN OLEH
1. ISYE LIENITA 113090049
2. FAUZIAH AROFAH 113090050
3. M. REZA FAHLEVI 113090051

TEKNIK INFORMATIKA
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM

BANDUNG
2009


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan untuk Allah yang telah memberikan karunia kepada kami dalam menyelesaikan karya tulis ini. Terima kasih juga untuk Ibu E.Dyas Puspandari,S.S. yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Selanjutnya kepada semua pihak yang telah membantu secara langsung ataupun tidak dan itu semua tiada arti bila tidak ada kerja keras dan kekompakan anggota kelompok. Karya tulis ini dibuat sebagai salah satu tugas dalam rangka mengikuti mata kuliah Bahasa Indoesia program S1 Teknik Informatika Institut Teknologi Telkom.
Disadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan sarannya. Semoga karya tulis kami dapat menjadi referensi, inspirasi, dan bahan renungan bagi semua kalangan.

Bandung, 18 Oktober 2009

Penyusun

ABSTRAK

Banyak pengguna ponsel di sekeliling kita, tetapi hanya sebagian yang risau tentang bahaya dari ponsel tersebut. Makalah ini disusun untuk mengetahui dampak dan solusi dari radiasi ponsel. Ponsel memancarkan gelombang elektromagnetik yang akan mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Berdasarkan informasi yang ada, radiasi ponsel diduga menimbulkan kanker.
Gelombang yang dipancarkan ponsel melalui udara adalah yang menyebabkan radiasi elektromagnetik. Ganguan kesehatan yang potensial akibat dari radiasi medan elektromagnetik telah menjadi isu yang diteliti sampai sekarang, sehingga ditemukan berbagai gangguan kesehatan akibat pengguna ponsel yang meliputi dampak ringan dan dampak berat . Para pakar pun telah menemukan beberap upaya untuk memperkecil pengaruh radiasi ponsel terhadap kesehatan pengguna ponsel.
Setiap pengguna harus mengetahui bahaya dari pengguna ponsel. Radiasi yang ditimbulkan ponsel tidak hanya timbul saat digunakan, tetapi ketika meletakkan ponsel di saku pun juga dapat terkena radiasi. Oleh karena itu, pengguna ponsel harus mengetahui cara menggunakan ponsel yang baik. Pengguna harus memperhatikan level radiasi yang ditimbulkan oleh ponsel yang dimilikinya, sehingga pengaruh radiasi elektromagnetik terhadap kesehatan dapat diperkecil bagi pengguna ponsel.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Absrak ii
Daftar Isi iii
Bab 1
Pendahuluan 1-3
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Batasan Masalah 1
1.3 Rumusan Masalah 1
1.4 Tujuan 2
1.5 Manfaat Makalah 2
1.6 Metode Penyusunan 2
1.7 Kajian Pustaka 2-3
Bab 2
Dampak Radiasi Ponsel begi Kesehatan 4-9
2.1 Pengertian Radiasi Eektromagnetik 4
2.2 Dampak Radiasi Ponsel terhadap Kesehatan 4-5
2.2.1 Dampak Ringan dari Radiasi Ponsel 5
2.2.1.1 Vertigo 5
2.2.1.2 Kelatihan Menahun 5-6
2.2.2 Dampak Berat dari Radiasi Ponsel 6
2.2.2.1 Insomnia 6
2.2.2.2 Leukimia 6-7
2.2.2.3 Kanker Payudara 7
2.3 Teori Melatonin 7-8
2.4 Solusi Mengurangi Dampak Radiasi Ponsel terhadap Kesehatan 8-9
Bab 3
Penutup 10
3.1 Kesimpulan 10
3.2 Saran 10
Daftar Pustaka 11
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Di sekeliling kita banyak telepon seluler (ponsel), mulai dari anak kecil hingga orang tua menggunakan ponsel. Bahkan, tidak sedikit orang yang memilki ponsel lebih dari satu buah. Semua orang senang dan tidak ada yang risau tentang bahaya yang timbul dari alat tersebut. Namun, setelah orang mengetahui bahwa ponsel dapat memancarkan gelombang elektromagnetik, berbagai negara maju melakukan riset di bawah koordinasi World Health Organization (WHO). Sejumlah pusat penelitian dan perguruan tinggi juga melakukan riset dengan hasil yang masih kontroversial.
Berbagai opini yang timbul membuat masyarakat menjadi bingung. Di satu sisi ponsel dibutuhkan sebagai alat komunikasi yang penting. Di sisi lainnya masyarakat menjadi ragu untuk menggunakan ponsel. Oleh karena itu, makalah ini disusun karena masyarakat perlu mengetahui hal ini sejak awal. Diperlukannya pengetahuan yang jelas dan informasi yang pasti mengenai hal ini.

1.2 Batasan Masalah
Peran ponsel di era globalisasi ini sangatlah penting. Banyak pengguna ponsel yang hanya mengetahui kegunaannya saja tanpa menghiraukan dampak negatif dari radiasi yang dipancarkan dari ponsel itu. Oleh karena itu, makalah ini akan membahas tentang dampak-dampak negatif dari radiasi ponsel bagi kesehatan.
Dampak ponsel bagi kesehatan akan dibahas pada makalah ini karena sejauh ini para peneliti baru menemukan dampak negatif dari radiasi ponsel dalam bidang kesehatan.

1.3 Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini meliputi
a. dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel,
b. solusi yang bisa dilakukan untuk memperkecil dampak dari radiasi ponsel bagi kesehatan.

1.4 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini meliputi
a. menjelaskan berbagai dampak dari radiasi ponsel bagi kesehatan,
b. menjelaskan solusi yang tepat untuk memperkecil dampak dari radiasi ponsel bagi kesehatan.

1.5 Manfaat Makalah
Setelah mengetahui informasi tentang dampak-dampak negatif dari radiasi ponsel, pengguna dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel. Selain itu, para produsen ponsel dapat menciptakan produk baru yang dampak negatif radiasinya lebih kecil dalam bidang kesehatan.

1.6 Metode Penyusunan
Metode penyusunan ini memakai metode studi pustaka yang berpedoman pada buku “Cepat Tua Akibat Radiasi”, karangan Prof. Dr. dr. Anies, M.Kes, PKK. Buku ini memberikan informasi tentang dampak-dampak dari radiasi barang-barang elektronik. Selain itu, makalah ini juga berdoman pada website http://tutorialgratis.net dengan judul “Apakah Radiasi Ponsel Berbahaya?”, karya Oka Mahendra, serta http://healthzone,ca/health/article/459099 dengan judul “Bahaya Radiasi”, oleh Harmaya. Kedua website tersebut menjelaskan tentang bahaya radiasi dan kurangnya pengetahuan tentang hal tersebut.

1.7 Kajian Pustaka
Timbul kekhawatiran di kalangan pengguna ponsel karena adanya kontroversi tentang efek ponsel terhadap kesehatan. Sebagaiman yang dikemukakan oleh Anies (2009:27-28) ”Masih terdapatnya pro dan kontra dalam penelitian tentang dampak radiasi ponsel. Dalam beberapa penelitian diungkapkan pengguna ponsel rentan terhadap kanker otak dan mempengaruhi produksi protein pada sel.Sementara itu, ICNIRP dan FCC menyatakan ponsel masih aman asal penggunaannya sesuai prosedur”.
“Pada ponsel terdapat transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antena dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang radio inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik”.Itulah pendapat Harmaya (2009) yang menguatkan pendapat Anies sebelumnya.
Sementara itu berdasarkan pernyataan Mahendra (2008) “Ponsel memancarkan gelombang elektromagnet agar dapat berkomunikasi dengan pemancar operator terdekat. Dalam jumlah yang berlebihan, radiasi ini berbahaya, namun dalam jumlah kecil, radiasi gelombang elektromagnet tidak berbahaya bagi manusia”.
Oleh karena itu, makalah ini akan mengambil intisari dari ketiga pendapat di atas karena pendapat tersebut mengungkapkan dampak-dampak radiasi pada ponsel bagi penggunannya. Makalah ini akan membahas permasalahan tersebut sebagai bahan bagi pembaca.
Berdasarkan pada ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pada radiasi ponsel gangguan dating dari EMR ( Electro Magnetic Radiation) yang diduga menimbulkan kanker. Dalam kronologi digital,signal modulasi amplitudo yang digunakan besarnya seratus persen. Signal itulah yang dianggap menganngu pengguna ponsel.

BAB 2
DAMPAK RADIASI PONSEL TERHADAP KESEHATAN

2.1 Pengertian Radiasi Elektromagnetik
Pada ponsel terdapat transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antena dan berfluktuasi melalui udara. Gelombang radio inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau partikel. Sebagai gelombang, dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya), panjang gelombang, dan frekuensi. Sewaktu listrik dialirkan melalui jaringan transmisi, distribusi, atau digunakan dalam berbagai peralatan elektronik, saat itu juga muncul medan elektromagnetik di sekitar saluran dan peralatan. Medan ini kemudian menyebar ke lingkungan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan kepada menusia, meskipun tidak setiap radiasi elektromagnetik akan menimbulkan ganguan kesehatan.
Terdapat dua jenis radiasi, yaitu radiasi pengion dan radiasi nonpengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang dapat menyebabkan proses terlepasnya elektron dari atom sehingga terbentuk pasangan ion. Radiasi pengion perlu diwaspadai, terutama mengenai sumber, jenis, sifat, akibat, dan bagaimana cara menghindarinya. Tidak demikian dengan radiasi nonpengion. Radiasi ini didefinisikan sebagai penyebaran atau emisi energi yang bila melalui media dan terjadi proses penyerapan, berkas energi radiasi tersebut tidak akan mampu menginduksi terjadinya proses ionisasi dalam media yang bersangkutan. Istilah radiasi nonpengion mengacu kepada radiasi elektromagnetik yang meliputi sinar ultra violet, cahaya tampak, infra merah, gelombang mikro (microwave) dan radiofrekuesi elektromagnetik. Radiasi nonpengion inilah yang menjadi kekhawatiran masyarakat sejak akhir tahun 1960-an.

2.2 Dampak Radiasi Ponsel Terhadap Kesehatan
Gangguan kesehatan yang potensial akibat radiasi medan elektromagnetik telah menjadi isu yang diteliti sampai sekarang. Penelitian pada manusia umumnya dilakukan terhadap masyarakat yang tinggal di dekat instalasi pembangkit tenaga listrik serta jaringan distribusinya, para pekerja industri elektronik serta pengguna peralatan elektronik. Seiring dengan penelitian tersebut, ditemukanlah berbagai gangguan kesehatan akibat radiasi elektromagnetik, khususnya eletromagnetik pada ponsel. Berdasarkan kuisioner yang telah dilakukan, penyusun menyebarkan 50 lembar kuisioner. Di antara 48 pengguna ponsel tersebut, 31 pengguna meletakkan ponsel di saku dan sisanya meletakkan di tas. Pengguna ponsel tersebut 60% sering menggunakan ponsel untuk SMS, 20% untuk internet, 15 % untuk menelpon, dan 5% untuk games. Pengguna rata-rata memakai ponsel selama 30 menit. Dari data diketahui 69% pengguna mengetahui dampak dari radiasi ponsel dan 31% tidak mengetahuinya. Dalam 69% pengguna ponsel tersebut menjawab pusing, gangguan pendengaran , dan kanker sebagai bahaya radiasi ponsel.

2.2.1 Dampak Ringan dari Radiasi Ponsel
Dalam bab ini akan dibahas sekilas beberapa gangguan kesehatan akibat radiasi elektromagnetik ponsel yang sering dirasakan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam jangka pendek.

2.2.1.1 Vertigo
Vertigo adalah gejala yang dialami oleh individu yang merasa sekelilingnya berputar. Ada yang menyebutnya sebagai “halusinasi gerakan” atau “ilusi bergerak”. Individu yang bersangkutan merasakan adanya sensasi berputar-putar yang disertai dengan rasa mual, muntah, telinga berdenging, sakit kepala, dan kelelahan. Kondisi yang terkadang menimbulkan vertigo diantaranya pengerasan pembuluh darah (arteriosclerosis), gangguan pada pembuluh otak, kafein, nikotin, dan alkohol. Namun, menurut teori terbaru tentang melatonin, melatonin yang rendah dapat menimbulkan gejala ini. Salah satu penghambat produksi hormon melatonin adalah radiasi elektromagnetik, termasuk berasal dari ponsel.

2.2.1.2 Keletihan Menahun (Chronic Fatigue Syndrome)
Tanda awal gangguan ini berupa keletihan yang kuat, terjadi secara tiba-tiba dan selalu berulang. Pada umumnya penderita mula-mula menderita bronkhitis, pilik, hepatitis, atau stres emosional. Namun, sebagian orang yang hipersensitif terhadap radiasi elektromagnetik akan mengalaminya. Radiasi medan elektromagnetik akan menimbulkan penurunan produksi hormon melatonin. Secara umum, keluhan pada keletihan menahun dapat berupa rasa lemah pada otot yang menetap atau hilang timbul, rasa sakit pada otot yang menetap atau hilang timbul, rasa lemah atau sakit pada otot dan persendian secara bersamaan yang menetap atau hilang timbul.

2.2.2 Dampak Berat dari Radiasi Ponsel
Dampak ringan dari radiasi ponsel pada sub bab sebelumnya, menjadi pemacu timbulnya penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan.

2.2.2.1 Insomnia
Insomnia adalah persepsi tentang kurangnya kualitas dan kuantitas tidur, dengan akibat yang terkait pada siang hari. Keluhan yang dikemukakan, yaitu sulit memulai tidur, sering terbangun dari tidur, sulit tidur lagi setelah terbangun malam hari, dan cepat bangun di pagi hari. Sesuai definisinya, gejala tersebut berhubungan dengan gangguan di siang hari, misalnya keletihan, konsentrasi maupun memori terganggu, dan sebagainya. Namun, hormon melatonin yang turun, antara lain karena rangsangan sinar yang terang serta radiasi elektromagnetik ponsel, juga dapat menimbulkan gangguan ini.
Diagnosis lain tentang penyebab insomnia mencakup gangguan neuropsikiatri seperti depresi, ansietas, demensia, juga penyalahgunaan obat, maupun gangguan irama sirkadian. ‘Salah satu penyebab gangguan irama sirkadian yang menyebabkan orang sukar tidur adalah radiasi elektromagnetik’. Itulah yang diucapkan oleh Anies (2009:65). Irama sirkadian yang terganggu menyebabkan terganggunya irama bangun dan tidurnya seseorang. Jika hal tersebut terjadi, maka orang yang bersangkutan akan mengantuk dan tidur siang hari, sedangkan di malam hari ia justru akan terbangun dan sulit untuk tidur.

2.2.2.2 Leukemia
Leukemia dapat menyerang pria dan wanita, tetapi angka kejadian leukemia pada umumnya menyerang lebih banyak pria daripada wanita. Faktor keturunan dan lingkungan berperan dalam terjadinya leukemia. Faktor-faktor lingkungan berupa kontak dengan radiasi. Radiasi di sini terutama berupa radiasi pegion, meskipun untuk kondisi tertentu juga berasal dari radiasi nonpegion.
Tanda dan gejala leukemia akut adalah infeksi berat disertai timbulnya luka pada selaput lendir, demam, napas cepat, mimisan, dan perdarahan saluran cerna dan sistem saluran kemih. Dapat pula timbul gejala kurang darah seperti pusing, cepat lelah, susah bernapas sewaktu bekerja fisik, dan pucat yang nyata. Sedangkan tanda dan gejala leukemia kronik dapat berupa kelelahan, kehilangan berat badan, produksi keringat yang meningkat, tidak tahan panas, cepat kenyang, dan buang air besar tidak teratur.
Semua tanda dan gejala pada leukemia, baik akut maupun kronik, dapat merupakan gejala dan tanda khas dari tiap-tiap leukemia ataupun merupakan gejala dan tanda gabungan dari kedua jenis leukemia.

2.2.2.3 Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh perempuan. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan angka kematiannya cukup tinggi. Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, meskipun banyak dugaan-dugaan yang disimpulkan oleh para peneliti.
Ternyata lingkungan berhubungan berat dengan kanker payudara, dalam hal ini sebagai pemicu timbulnya kanker tersebut. Paparan bahan-bahan radioaktif, sinar-Xserta bahan lain yang termasuk radiasi pegion, beresiko menimbulkan kanker payudara. ‘Bukan hanya radiasi pegion saja, bahkan radiasi seperti radiasi nonpegion seperti radiasi elektromagnetik yang berasal dari berbagai peralatan elektronik, dalam taraf tertentu berisiko menimbulkan kanker payudara’. Sebagaimana dikemukakan oleh Harmaya (2009) dan Mahendra (2008).
‘Keterkaitan radiasi elektromagnetik dengan kanker payudara tidak serta merta terjadi begitu saja, melainkan melalui mekanisme hormonal, khususnya hormon melatonin. Hormon melatonin bersifat menghambat tumorogenesis. Artinya hormon melatonin yang turun, salah satunya adalah akibat radiasi elektromagnetik yang berpotensi menimbulkan kaker payudara’. Itulah pendapat Anies (2009:74).

2.3 Teori Melatonin
‘Hormon melatonin adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yag terletak di antara kedua sisi otak’, Anies (2009:83).
Melatonin berfungsi mengatur hormon-hormon lainnya serta memelihara irama sirkadian. Irama sirkadian adalah suatu sistem pemeliharaan waktu 24 jam yang berperan penting dalam menentukan kapan kita tidur dan kapan kita bangun. Kadar melatonin dalam tubuh dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, memengaruhi kinerja organ-organ reproduksi, juga kesehatan psikologis serta proses penuaan tubuh.
Kelenjar pineal dalam memproduksi melatonin, sangat sensitif terhadap cahaya matahari dan suhu lingkungan. Ketika kegelapan datang dalam bentuk malam hari, reseptor melatonin diaktifkan dan kemudian menyebabkan efek-efek kimiawi dan biologis dalam bentuk rasa kantuk serta penurunan suhu tubuh. Aktivitas organ-organ akan berkurang dan bersiap-siap istirahat.
Produksi hormon melatonin bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga menyebabkan orang mudah tidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Sebagaimana dikemukakan oleh Mahendra (2008) bahwa, ‘Cahaya maupun medan elektromagnetik dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan termasuk sakit kepala, pening, dan keletihan’.
Penggunaan peralatan elektronik maupun komunikasi pada malam hari yang menimbulkan radiasi elektromagnetik, merupakan salah satu alasan gangguan sukar tidur pada malam hari. Banyak orang kesal karena sukar tidur pada malam hari, tetapi tidak menyadari bahwa sebelumnya telah berkomunikasi menggunakan ponsel dalam jangka waktu lama. Anies (2009:86) menemukan bahwa, ‘Timbulnya berbagai keluhan seperti sakit kepala banyak dijumpai pada para pemakai ponsel’. ‘Sensasi medan elektromagnetik dapat menimbulkan keluhan sakit kepala dan pening’. Itulah yang dikatakan oleh Harmaya (2009) maupun Mahendra (2008) .

2.4 Solusi Mengurangi Dampak dari Radiasi Ponsel Terhadap Kesehatan
Pakar kesehatan menemukan beberapa upaya untuk memperkecil pengaruh radiasi ponsel terhadap kesehatan pengguna ponsel. Upaya tersebut meliputi
a. menjauhkan ponsel dari kepala. Kekuatan gelombang elektromagnetik akan berkurang secara drastis dengan bertambahnya jarak,
b. pergunakan headset atau handsfree seefektif mungkin,
c. memanfaatkan layanan pesan singkat (SMS) dibanding telepon,
d. tidak menggunakan ponsel sewaktu sinyal lemah,
e. tunggulah sampai telepon sudah menyambung ke tempat tujuan, sebelum mendekatkan ponsel ke telinga,
f. jangan menyimpan ponsel di saku atau ikat pinggang pada saat ponsel dalam kondisi on,
g. dalam buku manual ponsel selalu dianjurkan untuk mematikan ponsel pada saat berada di dekat pompa bensin maupun tempat-tempat penyimpanan bahan kimia yang mudah meledak. Ponsel dapat mengganggu operasi instalasi teknis dari tempat-tempat tersebut,
h. meminimalisir pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil,
i. memilih ponsel dengan level SAR (Spesific Absorption Rate) yang rendah. Level SAR ini biasanya dicantumkan dalam buku manual. ICNIRP (International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection) memberikan batas maksimal sebesar 2,0 W/kg.

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan informasi yang telah didapatkan dari penyusunan makalah, ternyata ponsel mempunyai dampak yang akan mengganggu kesehatan penggunanya. Dari penyakit ringan seperti vertigo hingga penyakit berbahaya seperti kanker pun dapat membahayakan penggunanya. Radiasi ponsel timbul tidak hanya saat digunakan, tetapi saat meletakkan ponsel di saku juga dapat menyebabkan radiasi. Oleh karena itu, sebagai pengguna ponsel kita harus menyadari hal tersebut dan lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel, dengan cara meminimalisir waktu pemakaian ponsel serta memaksimalkan jarak ponsel dengan tubuh kita (dalam kondisi menyala).

3.2 Saran
Dalam menggunakan ponsel sebaiknya pengguna mengetahui cara pemakaian yang baik. Pengguna ponsel juga harus berhati-hati dalam memilih merk dan tipe ponsel yang akan digunakan. Karena setiap ponsel memiliki level SAR yang berbeda. Lever SAR ini biasanya dicantumkan dalam buku manual. Para produsen pun seharusnya memproduksi ponsel yang tidak memilki jumlah radiasi elektromagnetik yang besar. Supaya ponsel tidak terlalu berbahaya bagi penggunanya. Sebab ponsel dimilki setiap orang sebagai media komunikasi yang penting.

DAFTAR PUSTAKA

Anies. 2009. Cepat Tua Akibat Radiasi. Jakarta:Elex Media Komputindo.

Harmaya. (2009). Apakah Radiasi Ponsel Berbahaya? [Online]. Tersedia: http://healthzone,ca/health/article/459099.com. [ 28 September 2009].

Mahendra,Oka. (2009). Radiasi Ponsel Bagi Kesehatan. [Online]. Tersedia: http://tutorialgratis.net. [28 September 2009].

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s